Media Indonesia Times| dr. Hj. Zuwwidatul Husna begitu dikenal di kalangan jamaah haji Kabupaten Banyuwangi tahun 2024, meskipun tugasnya dalam kloter di SUB-58, namun dokter cantik yang juga pengasuh Asrama Al Munawir Pondok Pesantren Darussalam Blokagung mengisi manasik haji beberapa Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, penampilan menarik ditambah cara penyampaian yang luwes mengakibatkan banyak jamaah yang tertarik mendengarkan penyampaiannya.
Begitupun ketika bertugas sebagai tim kesehatan Kloter SUB-58, setiap hari bersama kedua rekannya melakukan visitasi ke jamaah, terutama jamaah dengan resiko tinggi, ada yang menarik dengan yang dilakukan Tim kesehatan Kloter SUB-58, untuk memudahkan kamar yang ada jamaah resiko tinggi, diberi stiker khusus berbentuk hati disetiap pintu kamar jamaah resiko tinggi bertuliskan “haji sehat haji mabrur”.
Jamaah bukan hanya puas dengan layanan kesehatan saja, tetapi sang dokter juga membimbing ibadah para jamaah perempuan, dan keluwesan penyampaian sang dokter menjadikan para jamaah perempuan lebih memilih melakukan ibadah di Masjidil Haram bersama dokter Kloter.
Terlebih ketua kloter SUB-58 juga memberikan kekuasaan kepada semua tim kloter, menjadikan sebuah supertim yang saling mengisi untuk layanan jamaah.
Ditanya media ini. Dokter lulusan UIN Syarif Hidayatullah ini menyampaikan bahwa dulu dia pernah menjadi jamaah haji, dan merasakan bahwa jamaah haji perempuan kurang mendapat perhatian karena pembimbingnya laki-laki, karenanya dalam tugasnya sebagai tim kesehatan juga ingin ikut membimbing Ibadah jamaah haji perempuan, apalagi mendapatkan lampu hijau dari ketua kloter, dan ketika ada yang belum di fahaminya, sang dokter yang sudah dikaruniai tiga orang anak ini tidak sungkan tanya kepada ketua kloter.
Menjadi petugas haji merupakan kenikmatan tersendiri yang berbeda dibandingkan dengan ketika menjadi jamaah haji biasa, karena menjadi petugas haji bukan hanya dapat menjalankan ibadah haji, tetapi juga dapat membantu sesama.(*)