Surabaya – Media Indonesia Times | Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Surabaya, bekerja sama dengan Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI), dengan bangga menyelenggarakan turnamen golf Walikota Surabaya Cup 2025.
Turnamen yang sangat dinanti-nantikan ini dijadwalkan berlangsung dari 25 hingga 27 April 2025, di dua lapangan golf yang menakjubkan, yaitu Bukit Darmo Golf dan lapangan Golf Graha Famili Surabaya, masing-masing menawarkan pemandangan hijau yang asri dan desain yang menantang.
Kejuaraan Walikota Surabaya Cup 2025 bertujuan untuk menemukan bakat-bakat potensial yang memancarkan talenta luar biasa dari berbagai kelompok usia, serta untuk meningkatkan prestasi golf dan menjaring pembinaan golf, khususnya di kota Surabaya yang kaya akan potensi atlet.
Dua talenta berbakat yang berhasil meraih kemenangan dalam turnamen golf Junior Walikota Surabaya Cup 2025 adalah Havis Rohmad Afif Sahid di kelas A Putra dan Sharon Abigail Otta di kelas A Putri.
Sharon Abigail Otta, seorang atlet golf putri yang berasal dari Semarang, merupakan siswi kelas 8 SMP Karangturi Semarang. Ia mencatatkan prestasinya yang mengesankan sebagai Champion Putri di kelas A, dengan skor gross 106, pada hari Jumat (25/4/2025).
Akrab disapa Abi, Sharon Abigail Otta baru-baru ini juga meraih posisi Runner Up di turnamen IJG Semarang Royal Golf.
Abi bercerita, bahwa awalnya ia menggemari olahraga basket, tetapi saat melihat Dady-nya berlatih golf, ketertarikan Abigail pun beralih ke olahraga yang elegan ini.
Saat ditanya wartawan mengenai perasaannya setelah meraih kemenangan di Walikota Surabaya Cup 2025, Abi mengungkapkan betapa senangnya ia, meskipun merasa pencapaian skornya masih bisa lebih baik.
“Saat turnamen, saya mengalami sedikit kesulitan di putting karena terlalu sering tripot, soalnya saya belum terbiasa,” ujarnya, mengungkapkan tantangan yang dihadapinya di lapangan.
Abi juga menambahkan bahwa cuaca panas di Surabaya sama sekali tidak menghalanginya untuk menyelesaikan pertandingan hingga 18 hole dengan semangat yang tak tergoyahkan.
Mengenai tingkat persaingan antara atlet-atlet di Surabaya saat turnamen ini, Abi mengakui bahwa kompetisi di Jawa Tengah jauh lebih ketat, mengingat banyaknya pemain berbakat di sana.
Abi kemudian juga menceritakan bahwa sejak kelas 5 SD, ketertarikan awalnya terhadap basket telah mendorongnya untuk beralih ke golf. “Saya beralih ke golf karena melihat Dady (Papa) bermain golf yang terlihat sangat menyenangkan dan keren. Akhirnya, saya pun mulai belajar golf,” tuturnya penuh semangat.
Abi berharap di masa depan dapat bergabung dengan Timnas dan selalu menunjukkan performa yang gemilang, serta berkontribusi dalam membawa nama harum bangsa Indonesia di kancah internasional. (Bagas)