Seluruh wartawan Media Indonesia Times namanya masuk di Box redaksi Klik Disini Untuk Indormasi dan Hak Jawab Klik Ini.
Accept
Media Indonesia TimesMedia Indonesia TimesMedia Indonesia Times
  • Pemerintahan
  • Hukum Dan Kriminal
  • Politik
  • Peristiwa
  • Opini
Search
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: Saluran Air Jadi Tempat Sampah, Pemerintah Lalai atau Warga Tak Lagi Peduli?
Share
Sign In
Notification Show More
Media Indonesia TimesMedia Indonesia Times
  • Home
  • Polri
  • TNI
  • Pemerintahan
  • Hukum Dan Kriminal
  • Olah Raga
  • Politik
  • Peristiwa
  • Opini
Search
  • Home
  • Polri
  • TNI
  • Pemerintahan
  • Hukum Dan Kriminal
  • Olah Raga
  • Umum
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2022 Media Indonesia Times
Media Indonesia Times > Blog > Opini > Saluran Air Jadi Tempat Sampah, Pemerintah Lalai atau Warga Tak Lagi Peduli?
Opini

Saluran Air Jadi Tempat Sampah, Pemerintah Lalai atau Warga Tak Lagi Peduli?

Idham Holid
Uploader Idham Holid
Share
3 Min Read

Banyuwangi -Media Indonesia Times| Pemandangan memilukan terekam pada Senin pagi, 7 Juli 2025, di kawasan saluran air Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Ratusan bungkus plastik, botol bekas, dan limbah rumah tangga lainnya memenuhi permukaan air, menjadikan fasilitas irigasi berubah fungsi menjadi “tong sampah terbuka”.

Kondisi ini menampar akal sehat dan rasa malu, ketika infrastruktur publik yang dibangun dengan dana rakyat justru dikotori oleh tangan rakyat sendiri—sementara pemerintah terlihat seperti penonton pasif yang kehabisan akal.

Pertanyaannya tajam dan tak bisa dihindari: Apakah ini akibat kurangnya fasilitas dan perhatian dari pemerintah, atau justru karena masyarakat sudah kehilangan kepedulian terhadap lingkungannya sendiri?

Sementara, Kondisi menyedihkan itu menjadi tanggung jawab besar oleh petugas Penjaga Air yang selalu sigap dengan tulus dan ikhlas membersihkan sampah-sampah itu sehingga sungai terlihat bersih.

Di satu sisi, Pemkab Banyuwangi kerap membanggakan program-program kebersihan dan pariwisata, namun kenyataan di lapangan menunjukkan lubang besar dalam pengawasan dan pengelolaan sampah pada kewenangan Dinas Lingkungan Hidup. Jika di titik vital seperti saluran irigasi utama saja bisa terjadi penumpukan sampah separah ini, bagaimana dengan area lain yang jauh dari pantauan?

Namun, tak adil pula jika jari hanya diarahkan ke pemerintah. Masyarakat pun layak dikritik tajam. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, meski sudah berulang kali diingatkan, terus saja terjadi. Kesadaran untuk menjaga lingkungan nyaris mati—dan yang lebih ironis, dampak buruknya akan kembali menimpa mereka sendiri.

Fenomena ini adalah hasil dari dua kelalaian yang saling menguatkan: pemerintah yang lambat bergerak dan masyarakat yang tidak mau berubah. Jika dibiarkan, bukan hanya irigasi yang tersumbat—tetapi masa depan lingkungan kita yang ikut terkubur di bawah gunungan sampah.

Berita Lainnya :  Durhaka atau Berbhakti

Sudah waktunya pemerintah turun langsung ke lapangan, bukan hanya membuat kampanye bersih-bersih formalitas. Dan masyarakat, tak bisa terus-menerus menyalahkan fasilitas jika tangan mereka sendiri masih ringan membuang sampah ke sungai. Karena lingkungan yang kotor bukanlah kutukan alam—ia adalah cermin buruk dari siapa kita sebenarnya.

Perlu adanya kolaborasi antara Pemerintah daerah dengan masyarakat diantaranya Pemerintah daerah Melalui Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kabupaten Banyuwangi menyiapkan sedikitnya setiap Kelurahan terdapat satu Tempat Pembuangan Sementara Bukan malahan Untuk ditutup hal itu dikhawatirkan masyarakat bingung untuk membuang sampah dan berpotensi membuang sampah sembarangan bahkan membakarnya yang menimbulkan polusi udara yang mengganggu penyakit. Selain itu, Jika Pemerintah Daerah sudah memberikan fasilitas TPS dan kemudahan dalam tempat sampah maka sangat di Butuhkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah disembarangan tempat apa lagi di sungai.

Opini ini di tulis oleh Ari Bagus Pranata

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Berita Sebelumnya Sanksi Untuk Aplikator Terhadap Pelanggaran Hukum: Misi Ojek Online Melawan Eksploitasi
Berita Baru Update Dua Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Kembali Teridentifikasi, Muhammad Aris Setyawan dan Ridho Anggoro
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Berita Yang Mungkin Anda Cari :

Opini

KRITIK, SARAN & KECAMAN AL ASHROF Warnai Momen HARKODIA

09/12/2025
Opini

Kegagalan Menhut Raja Juli Antoni Dalam Mengimplementasikan Visi Tata Kelola Hutan di Indonesia

08/12/2025
Opini

Penghargaan, dan Menjaga Ruang Hidup

07/12/2025
Opini

Kerusakan Lingkungan Banyuwangi Dinilai Berawal dari Kebijakan Alih Fungsi Hutan dan Izin Tambang

06/12/2025
Show More
Media Indonesia TimesMedia Indonesia Times
Follow US
© 2022 PT. Media Blambangan News | Media Indonesia Times
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?