Banyuwangi, – Media Indonesia Times| Ketua Umum KORALWANGI Banyuwangi, M. Vahid Faiq, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi yang disuarakan oleh Asosiasi Serangan Buruh Tambang Banyuwangi terkait tuntutan peningkatan kenyamanan kerja di sektor pertambangan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa jika Pemerintah Daerah tidak segera merespons keluhan para buruh tambang, maka KORALWANGI siap menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.
“Kami setuju dengan perjuangan para buruh tambang demi menciptakan iklim kerja yang layak dan aman. Tapi jika aspirasi ini terus diabaikan dan penutupan tambang berlarut-larut tanpa kejelasan, maka gejolaknya akan meluas. Kami tidak segan untuk turun ke jalan dalam aksi besar,” tegas Vahid, Kamis (24/7/2025).
Menurutnya, aktivitas pertambangan yang tertib, legal, dan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan tujuan bersama yang sejalan dengan amanat Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta Dirjen Bina Keuangan Daerah, yang mewajibkan pemungutan pajak terhadap aktivitas pengambilan material tambang, baik legal maupun ilegal.
“Kenyamanan kerja buruh tambang adalah syarat mutlak agar kegiatan pertambangan bisa berjalan optimal, legal, dan memberi kontribusi nyata terhadap PAD Banyuwangi,” tambahnya.
Vahid juga mengungkapkan bahwa sejak mencuatnya keluhan dari Asosiasi Serangan Buruh Tambang, ia menerima banyak keluhan dan telepon dari anggotanya yang terdampak langsung akibat penutupan tambang yang terjadi sejak pagi hari.
“Penutupan tanpa kejelasan waktu membuat para pekerja dan pelaku usaha resah. Kami berharap ada forum duduk bersama antara pemerintah, asosiasi buruh, dan perwakilan penambang untuk mencari solusi terbaik tanpa merugikan siapa pun,” ujarnya.
KORALWANGI, sebagai organisasi yang mewadahi pelaku usaha dan komunitas pertambangan legal di Banyuwangi, berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret demi menghindari konflik horizontal dan stagnasi sektor strategis ini.
Redaksi MIT.