Surabaya – Media Indonesia Times | YPPI Schools menjadi pusat perhatian internasional dengan kunjungan puluhan mahasiswa dan dosen asing dari Philipina, Thailand, Jepang, Malaysia, Canada, Vietnam, Pakistan, China, Cambodia. Mereka datang untuk mendalami kekayaan budaya Indonesia melalui program “Dari Nada ke Rasa,” yang menampilkan kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang beragam.
Para tamu disambut dengan hangat oleh siswa, guru, dan staf YPPI Schools dalam acara yang merupakan kolaborasi antara ITS dan YPPI Schools melalui program Community and Technological Camp (CommTECH) Highlight 2025. Program ini bertujuan memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia secara langsung.
Pembukaan acara dimeriahkan dengan Tari Remo, tarian selamat datang khas Jawa Timur, yang memukau para tamu dengan gerakan dinamis dan ekspresi penuh makna dari siswa SD YPPI – IV.
Para tamu istimewa disambut dengan rangkaian pertunjukan seni, kuliner, dan permainan tradisional yang menggambarkan kehangatan serta keberagaman budaya Indonesia. Setiap penampilan menghadirkan nuansa berbeda, seakan mengajak tamu asing menelusuri keberagaman budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain menikmati pertunjukan yang mengesankan, para mahasiswa dan dosen asing diajak terlibat langsung dalam aktivitas budaya yang dipandu oleh siswa YPPI Schools. Mereka dibagi dalam kelompok untuk belajar memainkan gamelan dan angklung, dua alat musik tradisional dari Jawa dan Sunda yang sarat makna kebersamaan. Meskipun awalnya canggung, suasana berubah hangat saat harmoni nada mulai tercipta.
Kegiatan berlanjut dengan demo kuliner tradisional. Klepon, jajanan pasar khas Jawa berbentuk bulat hijau berisi gula merah cair, menjadi menu utama. Peserta tampak antusias setiap kali menggulung adonan, mengisi gula merah, dan mencicipi klepon hangat berbalut parutan kelapa. Tak kalah seru, mereka juga diperkenalkan dengan permainan tradisional Indonesia seperti Engkle, Dakon, Bekel, dan Lompat Tali. Tawa riang terdengar di halaman sekolah ketika para tamu asing mencoba permainan masa kecil yang sarat makna kebersamaan itu.
Untuk menambah kesegaran, tamu juga disuguhkan teh bunga telang dan lemon tea sebagai welcome drink, memberikan pengalaman rasa yang unik dan berkesan.
Pujiati, S.M., Kepala Divisi Operasional YPPI, menegaskan pentingnya pengalaman langsung dalam memahami budaya. “Dengan program ini, kami berharap budaya Indonesia bisa dikenang oleh mereka yang datang hari ini. Kami percaya bahwa memahami budaya tidak cukup hanya dari buku. Harus dirasakan, dicicipi, dan dialami langsung,” tutur Pujiati, pada Senin (8/9/2025).
Sementara itu Rony Poerwantoro, S.Si., Kepala SMP YPPI-3, juga ikut menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak 2014, meski sempat vakum beberapa tahun. “Kami mencoba memberikan warna yang berbeda karena kini pembelajaran budaya dikaitkan dengan pembentukan karakter anak. Belajar tidak hanya di ruang kelas, tapi juga melalui interaksi langsung yang menekankan kolaborasi,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Wina Ayu Trisnawati, S.P., S.Pd., Kepala SD YPPI-IV, bahwa antusiasme siswa dan orang tua sangat tinggi. “Para mahasiswa asing saja mau belajar budaya kita, kenapa kita tidak mau mengenalkan kepada anak cucu dan mempertahankannya.
Kami ingin anak-anak semakin bangga sekaligus bersemangat mengembangkan budaya Indonesia,” ungkapnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Indonesia bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga untuk dibagikan. Melalui musik, tari, kuliner, dan permainan tradisional, Surabaya membuktikan diri sebagai pusat diplomasi budaya yang mampu mempererat persahabatan antarbangsa dengan cara yang hangat, menyenangkan, dan penuh makna. (Bagas)