Banyuwangi – Media Indonesia Times| Sebuah musibah tragis kembali terjadi di Banyuwangi. Seorang anak, Rifqi Pratama (12), warga Dusun Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon, meninggal dunia setelah tersengat listrik di area rumah walet Dusun Wijenan Lor, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Jumat (12/9/2025).
Peristiwa ini berawal sekitar pukul 12.30 WIB saat korban bersama tiga temannya memancing di kolam ikan yang berada di dekat rumah walet. Saat berjalan di pinggir kolam, Rifqi kehilangan keseimbangan dan tanpa sengaja memegang kabel listrik penerangan yang kondisinya terkelupas dan menempel pada tembok pagar kolam. Korban langsung tersetrum dan tercebur ke dalam kolam.
Saksi di lokasi segera menolong dan membawa Rifqi ke Puskesmas Singojuruh. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, pihak medis menyatakan korban meninggal dunia dengan luka melepuh di jempol tangan kanan.
Polsek Singojuruh yang turun ke lokasi mendapati fakta adanya instalasi kabel penerangan dalam kondisi tidak terawat. Barang bukti kabel yang terkelupas telah diamankan petugas, sementara sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.
Namun hingga kini, pemilik rumah walet tersebut masih belum jelas identitas dan keberadaannya. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai tanggung jawab hukum sekaligus pengawasan terhadap usaha rumah walet yang marak berdiri di tengah permukiman warga.
Kapolsek Singojuruh Akp Achmad Rudy SH, menegaskan ke awak media,pihaknya akan teru mengembangkan penyelidikan. “Kabel listrik yang terbuka jelas sangat berbahaya, apalagi berada di area yang bisa diakses anak-anak. Kami sudah mengamankan bukti dan mencatat semua keterangan saksi,” ujarnya.
Meski pihak keluarga menolak autopsi dan tidak akan menuntut secara hukum, insiden ini menyoroti lemahnya standar keamanan di rumah walet. Warga berharap aparat terkait melakukan evaluasi dan menertibkan rumah walet yang tidak memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan.
“Kalau dibiarkan tanpa aturan jelas, bisa saja kejadian serupa terulang lagi,” ungkap salah seorang warga setempat.
Redaksi MIT.