Bojonegoro – Media Indonesia Times | Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) bersama Pemerintah Desa Sidobandung melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan simulasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemanfaatan energi terbarukan sekaligus pengembangan wisata desa, khususnya di kawasan Embung Babo.
Pemanfaatan PLTS di masyarakat semakin meningkat seiring dengan turunnya harga komponen dan biaya pemasangan. Namun, pemahaman mengenai risiko keselamatan masih terbatas. Hal inilah yang mendorong PPNS untuk hadir memberikan sosialisasi, workshop, serta praktik lapangan mengenai budaya K3, penggunaan peralatan keselamatan kerja, hingga prosedur darurat ketika terjadi kecelakaan pada sistem instalasi pembangkit listrik tenaga surya.
Dalam sambutanya, ketua tim pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pendampingan ini selain untuk meningkatkan pemahaman K3 (keselamatan) masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan pariwisata lokal.
“Embung Babo adalah potensi wisata unggulan desa. Dengan adanya PLTS, kawasan wisata ini semakin hidup. Namun, keselamatan penggunaannya harus menjadi prioritas. PPNS berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat agar budaya K3 dapat diterapkan,” ujar Ir. Joesianto, MT dalam sambutannya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Direktur BUMDES, “Kami menyambut baik kerja sama ini. Penerapan K3 bukan hanya penting untuk keselamatan warga, tetapi juga mendukung keberlanjutan Embung Babo sebagai destinasi wisata. Dengan adanya penerangan yang aman dan terawat, Embung Babo bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” ungkap Lina Budiarto.
Kegiatan ini menarik perhatian Ibu Cantika Wahono istri Bupati Bojonegoro, dimana beliau hadir memberikan arahan terkait kegiatan pengabdian di desa Sidobandung. Dengan latarbelakang akademik Ibu Cantika menyampaikan bahwa kegiatan riset dan pengabdian merupakan bagian dari tridarma seorang dosen. Beliau menyampaikan agar kerjasama ini dapat berkelanjutan dan mendorong agar terjalin MOU antara Pemkab Bojonegoro dengan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.
Selain itu, kegiatan ini disambut antusias oleh warga. Selain mendapatkan pengetahuan baru, masyarakat juga diajak praktik langsung mengenai pengoperasian dan perawatan PLTS.
Dengan adanya kolaborasi ini, Desa Sidobandung diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan yang aman, ramah lingkungan, dan mendukung destinasi wisata.
Kegiatan Pengabdian di akhiri dengan praktek instalasi kelistrikan PLTS berbasis K3. PPNS menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendukung pengembangan energi terbarukan dan pemberdayaan masyarakat di daerah.
Sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan keberlanjutan, baik dalam pemanfaatan energi bersih maupun dalam pengembangan wisata desa. (Bagas)