Banyuwangi,-Media Indonesia Times| Ribuan warga memadati Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, untuk mengikuti Festival Ngopi Sepuluh Ewu ke-12, Sabtu (8/11/2025). Tradisi tahunan yang telah menjadi ikon budaya masyarakat Osing ini kembali digelar dengan semarak di bawah tema “Sak Corotan Dadi Seduluran.”
Festival yang telah memasuki tahun ke-12 ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan, melestarikan tradisi, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Hadir dalam acara tersebut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, yang disambut hangat oleh masyarakat dan pelaku UMKM di kawasan desa adat.
Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat dalam menjaga budaya Osing serta semangat gotong royong yang terus tumbuh di Banyuwangi.
“Festival Ngopi Sepuluh Ewu bukan sekadar perayaan minum kopi, tetapi wujud kebersamaan dan cinta pada budaya lokal. Dari tradisi seperti inilah kita belajar bahwa pelestarian budaya dapat sejalan dengan penguatan ekonomi rakyat,” tutur Bupati Ipuk.
Usai menghadiri prosesi utama acara, Bupati Ipuk bersama Sekda Guntur Priambodo meninjau stand-stand UMKM yang turut memeriahkan festival. Mereka menyempatkan diri berbincang dengan para pelaku usaha lokal, menanyakan proses produksi dan memberikan semangat untuk terus berinovasi.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Banyuwangi. Pemerintah daerah akan terus memberi ruang dan dukungan agar produk-produk lokal bisa naik kelas dan dikenal lebih luas,” tambah Bupati Ipuk.
Salah satu pelaku UMKM, Siti Romlah, penjual kopi khas Kemiren, mengungkapkan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam festival ini.
“Alhamdulillah, setiap tahun penjualan meningkat saat festival. Banyak wisatawan datang mencicipi kopi Osing. Kami merasa sangat diperhatikan oleh Bu Bupati yang mau turun langsung menyapa kami,” ujarnya dengan senyum bahagia.
Festival Ngopi Sepuluh Ewu kini menjadi bukti nyata sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif di Banyuwangi. Lebih dari sekadar tradisi minum kopi bersama, kegiatan ini merepresentasikan semangat persaudaraan, gotong royong, dan kebanggaan terhadap identitas budaya Osing yang terus dijaga lintas generasi.
Jurnalis: (Reza).
Editor: (Redaksi).